Tahapan Pembuatan Laporan Audit Manajemen

Tahapan Penyusunan Laporan Audit Manajemen

Setiap organisasi atau perusahaan biasanya melakukan proses audit manajemen secara berkala. Audit manajemen merupakan suatu prosedur yang dirancang untuk menilai dan menganalisis kinerja perusahaan dimana hasil pemeriksaan dan analisa tersebut nantinya akan dituangkan ke dalam suatu laporan audit manajemen. Dengan adanya laporan ini, perusahaan bisa membandingkan antara kinerja perusahaan dengan standar atau pedoman yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

Ada beberapa proses yang harus dilakukan oleh seorang auditor manajemen untuk bisa menghasilkan suatu laporan audit yang terperinci. Para auditor harus melakukan audit pendahuluan terlebih dahulu, kemudian melakukan pengujian pengendalian manajemen. Setelah melakukan pengujian pengendalian manajemen baru kemudian dibuatlah suatu laporan yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh perusahaan. Sedangkan untuk menyusun laporan audit tersebut, auditor harus melalui tahapan-tahapan berikut ini.

Tahapan Pembuatan Laporan Audit Manajemen

Tahapan Pembuatan Laporan Audit Manajemen
Tahapan Pembuatan Laporan Audit Manajemen

Laporan hasil audit manajemen sebaiknya disusun secara terperinci dan berurutan melaui tahapan berikut :

  1. Menyajikan informasi latar belakang.
    Auditor atau pihak pemeriksa perlu menyajikan informasi mengenai latar belakang permasalahan yang melandasi dilakukannya proses audit. Baik pihak auditor maupun pengguna laporan seharusnya memiliki gambaran yang sama mengenai informasi latar belakang ini.
    Informasi manajerial yang nantinya dimasukkan ke dalam bagian latar belakang ini meliputi tanggal organisasi didirikan, tujuan dari organisasi tersebut, karakteristik kegiatan yang dilakukan oleh organisasi, susunan pengelola dan penanggung jawab semua aktivitas organisasi dan alasan yang mendasari dilakukannya audit manajemen.
  2. Menyajikan kesimpulan dan temuan audit.
    Auditor perlu menyajikan kesimpulan hasil audit dilengkapi dengan temuan-temuan sebagai pendukung dari kesimpulan tersebut. Temuan-temuan yang diperoleh saat melakukan audit seperti kriteria temuan dan penyebab serta akibat dari temuan tersebut merupakan landasan dari pembuatan kesimpulan.
  3. Memberikan rumusan saran bagi pembenahan manajemen.
    Setelah auditor menginformasikan kesimpulan dari proses audit, maka auditor perlu menyampaikan rumusan saran bagi pihak organisasi. Hal ini bertujuan untuk menginformasikan kelemahan dari program yang diaudit serta saran bagi perbaikan organisasi di masa yang akan datang.Setiap saran yang diajukan oleh auditor nantinya harus disertakan di dalam laporan audit manajemen. Saran ini sudah seharusnya turut dilengkapi dengan analisis mengenai efektivitas dari saran tersebut serta keuntungan dan kerugian jika rekomendasi perbaikan tersebut dilakukan.

    Meskipun keputusan untuk melaksanakan saran tersebut tetap ada di tangan manajemen organisasi, pihak auditor sebaiknya tetap menjalin komunikasi dengan pihak manajemen organisasi. Hal ini bertujuan agar masing-masing pihak bisa berdiskusi mengenai pelaksanaan rekomendasi tersebut.

  4. Lingkup pemeriksaan.
    Semua aktivitas audit dan seberapa dalam audit tersebut dilakukan disajikan di dalam ruang lingkup pemeriksaan lengkap dengan periode waktu audit tersebut dilakukan. Semua informasi yang disajikan dalam laporan audit manajemen ini seharusnya bisa memberikan motivasi bagi pihak manajemen organisasi untuk melakukan langkah perbaikan seperti yang disajikan di dalam laporan.